
Ia adalah Mawar,
Yang dengan merah sayangnya ia lindungi aku dari terik duka.
Yang dengan wangi lembutnya ia buai aku dalam bahagia.
Di atas kelopaknya kurasakan syurga.
Ia adalah melati,
Yang dengan putih kasihnya ia ajarkan aku tentang cinta.
Yang dengan wangi sucinya ia bawa aku ke ujung suka.
Di pucuk sarinya kurasakan nirwana.
Kutau harus satu yang harus kupetik,
dan kuselipkan dibahtera hatiku.
Tapi jujur kutak bisa.
Mawarku adalah inang dari bunga-bunga kecilku.
di pokoknya tertoreh asa.
Asa akan masa, asa akan cita.
Tapi kutak mampu.
Melatiku adalah pelita dari hati yang dulu redup
di putiknya kusandarkan rasa
akan dahaga sejuta damba.
Jumat, 03 April 2009
Hati yang Terbagi
Diposkan oleh Ari di 01:28 6 komentar
Kamis, 02 April 2009
Kacau

Kacau,...
Bingung...,
###"'',,,.........Stresss
aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh....
Besok bayar tagihan.
Sedang bisnis masih Sepi.
Pemilu Bangsat !!!!
Diposkan oleh Ari di 02:30 1 komentar
Rabu, 01 April 2009
Tepi Senja

Tepi Senja, kala kehidupan terbuai dalam lelap mimpi. Yang tersunging senyum dengan bayang indah. Namun tak sedikit yang merintih, dengan beban hidup. Derita, Kesedihan, Kemalangan.
Saat seperti itulah ketenangan menerpaku. Setelah seharian, bahkan hingga 2/3 malam kubergelut dengan tumpukan tanggungjawab yang seakan tiada pernah habis.
Ketenangan yang menyegarkan. Dibalut dingin pagi menjelang, hawa nglangut mengambang. Dan kutahu, ribuan doa saat itu terpanjat entah oleh siapa. Yang kutahu kerling bintang nampak begitu indahnya.
Saat seperti inilah satu demi satu kenangan yang tak sengaja terkubur kembali menjelma. Menciptakan berjuta warna yang tipis tapi nyata membuai pandanganku. Senyum kadang terasa di sudut bibirku, namun kadang setetes air mata menggenang walau tak sampai menitik jatuh.
Saat seperti ini pula, kesadaran akan ringkihnya diri begitu terasa. Betapa kecil hingga untuk tampakkan wujud diripun seakan semu belaka. Hingga yang ada adalah keagungan-Nya.
Dan,... saat seperti inilah ada kemampuan pada diri ini untuk mengakui berjuta salah, dan menekuk diri untuk meminta.
Semoga.
Diposkan oleh Ari di 21:54 0 komentar
