
Ia adalah Mawar,
Yang dengan merah sayangnya ia lindungi aku dari terik duka.
Yang dengan wangi lembutnya ia buai aku dalam bahagia.
Di atas kelopaknya kurasakan syurga.
Ia adalah melati,
Yang dengan putih kasihnya ia ajarkan aku tentang cinta.
Yang dengan wangi sucinya ia bawa aku ke ujung suka.
Di pucuk sarinya kurasakan nirwana.
Kutau harus satu yang harus kupetik,
dan kuselipkan dibahtera hatiku.
Tapi jujur kutak bisa.
Mawarku adalah inang dari bunga-bunga kecilku.
di pokoknya tertoreh asa.
Asa akan masa, asa akan cita.
Tapi kutak mampu.
Melatiku adalah pelita dari hati yang dulu redup
di putiknya kusandarkan rasa
akan dahaga sejuta damba.
Jumat, 03 April 2009
Hati yang Terbagi
Jujur sampai saat ini beban itu terus memberat. Keduanya butuh aku, dan akupun butuh mereka. Untuk bersatu kayaknya gak mungkin. Mawarku bersumpah lebih baik terteguk racun, daripada harus berbagi cawan walau berisi madu.
Diposkan oleh Ari di 01:28
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

6 komentar:
Adu mas ari, pilih sing pasti wae mas ari. gimana?
Justru itu, kedua-duanya udah terlalu berurat nadi di hati. Tau nih, mending Nyepi kadang2. ( Makasih dah mampir ya Jeng )
berat ya....
wangi melati yang semerbak memang kadang bisa mengalahkan keindahan mawar yang dikelilingi duri :)
Puisinya bagus mas.. Mau saya bantuin ta mas kalo terlalu berat? Hehehe...
hati bisa dibagi ya mas..???
Mau Dong Pencerahannya. Ini Nyata Lho
Poskan Komentar