CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS

Jumat, 03 April 2009

Hati yang Terbagi


Ia adalah Mawar,
Yang dengan merah sayangnya ia lindungi aku dari terik duka.
Yang dengan wangi lembutnya ia buai aku dalam bahagia.
Di atas kelopaknya kurasakan syurga.

Ia adalah melati,
Yang dengan putih kasihnya ia ajarkan aku tentang cinta.
Yang dengan wangi sucinya ia bawa aku ke ujung suka.
Di pucuk sarinya kurasakan nirwana.

Kutau harus satu yang harus kupetik,
dan kuselipkan dibahtera hatiku.

Tapi jujur kutak bisa.
Mawarku adalah inang dari bunga-bunga kecilku.
di pokoknya tertoreh asa.
Asa akan masa, asa akan cita.

Tapi kutak mampu.
Melatiku adalah pelita dari hati yang dulu redup
di putiknya kusandarkan rasa
akan dahaga sejuta damba.



Jujur sampai saat ini beban itu terus memberat. Keduanya butuh aku, dan akupun butuh mereka. Untuk bersatu kayaknya gak mungkin. Mawarku bersumpah lebih baik terteguk racun, daripada harus berbagi cawan walau berisi madu.

6 komentar:

JengSri mengatakan...

Adu mas ari, pilih sing pasti wae mas ari. gimana?

Ari mengatakan...

Justru itu, kedua-duanya udah terlalu berurat nadi di hati. Tau nih, mending Nyepi kadang2. ( Makasih dah mampir ya Jeng )

Bill mengatakan...

berat ya....
wangi melati yang semerbak memang kadang bisa mengalahkan keindahan mawar yang dikelilingi duri :)

ajeng mengatakan...

Puisinya bagus mas.. Mau saya bantuin ta mas kalo terlalu berat? Hehehe...

T. Khairil Ahsyar mengatakan...

hati bisa dibagi ya mas..???

Ari mengatakan...

Mau Dong Pencerahannya. Ini Nyata Lho